“Semua harus berangkat dari diri kita sendiri untuk bisa mengurangi penggunaan plastik. Saya berharap masyarakat membantu memulai dari rumah tangga dengan memilah. Langkah itu dapat membantu mengurangi permasalahan sampah,” jelasnya.
Zanariah mengungkapkan sudah banyak contoh yang bisa dipelajari dari media sosial. Seperti yang baru saja viral bagaimana sikap pemain sepak bola Jepang yang meninggalkan ruang ganti bersih tanpa sampah.
Lalu Pandawara Group yang mendapat apresiasi atas kepeduliannya terhadap sampah untuk studi ke Denmark. Kehadiran kelompok anak muda yang melakukan aksi nyata ini bisa menjadi inspirasi dan motivasi untuk melakukan hal sama di Kota Kediri.
“Saya harap ini tidak hanya jadi aksi tahunan tapi bisa setiap hari kita lakukan. Ingat, satu gerakan kecil bisa membawa dampak yang besar jika dilakukan bersama-sama. Mari kita lakukan kebaikan untuk manusia dan bumi di berbagai kesempatan,” ungkapnya.
Turut hadir, Kepala DLHKP Imam Muttakin, komunitas bank sampah, komunitas Hijau Daun, Pembina Sekolah Adiwiyata, para paguyuban Ruko Stadion Brawijaya, Komunitas Peduli Lingkungan, dan tamu undangan lainnya.
Editor: Dhita Septiadarma



















