Pembangunan Wisata Belanja Songgoriti Kabupaten Malang Dihentikan

Batu, SEJAHTERA.CO – Adanya penutupan pengerjaan proyek Wisata Belanja Songgoriti (WBS) dan Pemutusan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Perumda Jasa Yasa dengan PT Aljabar Jati Indonesia (AJI) yang dilakukan oleh pihak Satpol PP Kabupaten Malang beberapa hari lalu sangat disayangkan oleh PT AJI.

 

Dampak dari pemutusan PKS ini, PT AJI mengaku merugi miliaran rupiah dan menilai PD Jasa Yasa kurang memberikan ruang musyawarah.

Read More

Wadirut PT AJI Bambang Christianto mengatakan, niat PT AJI adalah agar kawasan Songgoriti bisa berkembang seperti objek wisata lainnya. Kawasan ini adalah ikon penting Kota Batu.

“Jika kami bangun dan kembangkan, pendapatan asli daerah (PAD)-nya bisa masuk ke Kota Batu. Tak hanya itu, kami ingin Pemkab Malang juga bangga,” jelasnya, Rabu (13/12).

 

Dijelaskan jika rencananya pembangunan ada 150 kios hingga 200 kios di Pasar Wisata Belanja Songgoriti (WBS) dan area belakang bisa dibuat kuliner.

“Sebenarnya kami ingin membuat orang mengenal Songgoriti adalah one stop tourism. Yaitu satu kawasan yang bersih, rapi, dan nyaman,” ucapnya.

Namun, pihaknya sangat menyesalkan PD Jasa Yasa telah memutuskan PKS secara sepihak.

 

“Di tahun 2021 lalu, hanya kami yang berani investasi. Terus kita harus menghadapi gelombang Pandemi Covid-19. Selama jalan dua tahun ini ruang musyawarah menjadi terbatas,” bebernya.

Dia menambahkan, PT AJI sudah mengirim surat bahwa kontribusi tahun pertama sudah dibayar dan tahun kedua memang masih 60 persen.

“Intinya, dalam kurun waktu 2 tahun, kami baru dievaluasi 1 tahun. Setelah dievaluasi, Dirut PD Jasa Yasa sempat menemui dan mengecek lokasi. Satu minggu berikutnya ada surat pemutusan PKS. Yang saya sesalkan, ruang musyawarah itu mana?” pungkasnya.

 

Disampaikan jika kemungkinan Direktur Perumda yang baru tersebut tidak memahami dan mengetahui isi PKS yang sudah berjalan bersama direktur Perumda yang lama.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *