“Sehingga kita kirim bantuan air bersih untuk mencukupi kebutuhan keseharian masyarakat,” imbuhnya.
Disisi lain, hujan yang sudah mengguyur sebagian wilayah Trenggalek membuat warga tak lagi mengalami kekeringan. Secara umum awal musim hujan di Trenggalek terjadi pada November.
Namun terdapat beberapa wilayah di Trenggalek yang masuk pada Desember. Terdapat 74 Zona Musim (ZOM) di Jatim. Sebanyak 32 ZOM atau 43,2 persen memasuki hujan pada November, 55,4 persen atau 41 ZOM pada Desember dan 1,4 persen atau satu ZOM pada Januari.
“Beberapa wilayah di Kabupaten Trenggalek ada yang November. Seperti Kecamatan Durenan, Gandusari, Karangan, Pogalan, Pule, Suruh, Trenggalek dan Tugu pada November II tanggal 11-20 dan November III tanggal 21-30. Untuk wilayah lainnya masuk di Desember I (tanggal 1-10) dan Desember II (tanggal 11-20),” pungkasnya.
Meskipun sebelum akhir tahun seluruh desa di Trenggalek diperkirakan mentas dari dampak kekeringan, namun pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada. Sebab hujan lebat yang mengguyur Trenggalek berpotensi berdampak pada bencana hidrometeorologi seperti angin kencang, banjir dan tanah longsor.
Reporter : Angga Prasetya
Editor :



















