BPBD Trenggalek Bentuk 55 Destana dan Rencanakan Penambahan

BPBD Trenggalek Bentuk 55 Destana dan Rencanakan Penambahan

Dalam latihan itu, petugas bersama masyarakat melakukan simulasi bencana sesuai potensi bencana di daerah masing-masing. Tujuannya agar langkah penanggulangan seperti misalnya titik kumpul evakuasi sesuai dengan pemetaan bencana.

Sebab di Destana itu, petugas juga memasang rute seperti misalnya titik aman kumpul saat terjadi sungguhan.

“Kemudian masyarakat mempraktikkannya secara langsung seperti misalnya bagaimana membuat tandu untuk menolong warga dengan alat seadanya. Bisa ditandu pakai sarung dan alat-alat seadanya, kita latih dan praktikkan,” jelasnya.

Read More

Destana itu nantinya bakal dibentuk secara menyeluruh, menyesuaikan skala prioritas serta potensi tingginya terjadi bencana alam di suatu daerah. Saat ini ada sebanyak 55 Destana baik yang dibentuk BPBD setempat maupun provinsi di 14 kecamatan.

Pembentukan Destana dilakukan karena seluruh daerah Trenggalek berpotensi dilanda bencana alam. “Desa Tangguh Bencana atau Destana yang sudah terbentuk ada 55 desa/kelurahan. Kedepannya dilakukan menyeluruh secara bertahap,” kata dia.

Untuk diketahui, sepanjang tahun 2023, Trenggalek dilanda 57 kali kebakaran hutan dan lahan, 57 kali bencana longsor, 43 desa/kelurahan kekeringan, 13 kali angin kencang, 4 kali banjir dan 234 kali gempa.

Jumlah itu relatif lebih kecil jika dibandingkan peristiwa pada tahun sebelumnya, dimana pemerintah daerah setempat sampai mengeluarkan status tanggap darurat bencana. “Selain pembentukan Destana, langkah mitigasi lainnya juga kita lakukan bersama elemen pentahelix,” pungkasnya.

Reporter: Angga Prasetya

Editor: Dhita Septiadarma

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *