Pupuk Subsidi Turun 50 Persen, Dispertahankan Kabupaten Ponorogo Usulkan Bantuan Pupuk Gurem

Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Para petani di Ponorogo harus berpikir dua kali demi mencukupi kebutuhan pupuk subsidi untuk lahan pertaniannya. Pasalnya Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) menyebutkan jika penerimaan pupuk bersubsidi dari pemerintah tahun ini turun 50 persen dari usulan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

 

Kabid Sarana dan Prasarana Dipertahankan, Tamar Mahara menyebutkan jika pada usulan RDKK tahun ini pihaknya mengusulkan sebanyak 36.509 ton untuk jenis pupuk Urea. Sedangkan untuk jenis NPK mengusulkan sebanyak 39.145 ton yang digunakan untuk lahan seluas 144.405 hektare.

Read More

“Untuk Urea kita mendapatkan 18.633 ton turun 51 persen dari RDKK dan NPK kita mendapatkan 10.994 turun 31 persen dari RDKK,” ungkap Tamar saat diwawancarai, Selasa (9/1/2024).

 

Tamar menjelaskan tidak mengetahui secara pasti mengapa usulan pupuk bersubsidi tersebut mengalami penurunan. Namun, diperkirakan dana APBN untuk pengadaan pupuk bersubsidi dikurangi sehingga berdampak pada alokasi yang diterima daerah, hal ini juga terjadi di sejumlah daerah.

“Ini dari RDKK artinya dari pengajuan. Kenapa terjadi, mungkin dana pupuk bersubsidi dari pemerintah lewat APBN dikurangi,” terang Tamar.

 

Selain itu, jumlah alokasi pupuk yang diterima tahun ini juga mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun lalu. Jika pada tahun 2023 Ponorogo mendapatkan pupuk Urea sebanyak 28.943 ton dan pupuk NPK sebanyak 14.840 ton.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *