Wahyu menjelaskan jika tidak semua PKL yang ada di Alun-alun merupakan masyarakat dari Kota Kediri melainkan dari Kabupaten. Tetapi mereka sudah termasuk dalam paguyuban pedagang sehingga mereka tetap mendapatkan bantuan modal.
“Banyak yang gulung tikar, bantuan ini akan sangat membantu bagi mereka agar bisa terus berjualan atau berjualan kembali,” ungkap Wahyu.
Kabar pembangunan Alun-alun Kota Kediri yang baru akan dilanjutkan pada 2025 tentunya merugikan PKL yang ada disana, karena omset mereka turun seiring dengan jumlah pengunjung yang semakin berkurang.
Terkait progres atau perencanaan pembangunan Alun-alun di tahun 2025, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Endang Kartika belum bisa ditemui.
Reporter : Dhea safira
Editor :



















