Meskipun begitu, Mas Ipin menyebut tidak mengesampingkan aspek penilaian kinerja dengan mempertimbangkan jumlah serta kompetensi. Dengan kata lain, komposisi guru dan rasio guru di satu sekolah juga jadi pertimbangan. Langkah selektif itu dilakukan agar anggaran belanja yang dikeluarkan memberikan kontribusi yang sepadan.
Sebab dengan kebijakan seperti saat ini, Mas Ipin tak menampik adanya peningkatan jumlah belanja pegawai yang diperkirakan meningkat kisaran 10 sampai 15 persen dengan asumsi seluruh tenaga honorer di Bumi Menak Sopal sudah jadi P3K. Artinya yang sekarang bekerja tapi statusnya honorer nantinya menjadi P3K. Yang nilainya bagus nantinya penuh waktu, sementara yang nilainya kurang dan juga tugas-tugasnya tidak bekerja setiap kali sejumlah jam kerja, itu nanti menjadi P3K paruh waktu.
“Kemudian yang PNS itu juga banyak yang pensiun, itu juga nanti akan kita lakukan perhitungan. Kalau belanja pegawai total tambahnya mungkin ada sekitar Rp160 miliar. Nanti akan kita kurangi juga dengan biaya pensiun dan segala macam sehingga juga terkompensasi. Paling tambahannya mungkin kita masih butuh sekitar Rp 50 miliar sekian lah,” pungkasnya.
Reporter : Angga Prasetya
Editor :



















