Serangan tidak merusak tanaman miliknya. Namun, serangan tersebut membuat omzetnya menurun hingga 20 persen. Untuk mengatasi serangan hama, Rokhim rutin melakukan perawatan penyemprotan agar hama
“Omzet perbulan biasanya mencapai Rp 4 juta, namun akibat serangan hama musim hujan ini, omzet menurun,” tambahnya.
Diakuinya, permintaan untuk tanaman sayur hidroponiknya cukup tinggi. Tanaman sawi hidroponiknya dipanen setiap minggu hingga dua kali dan dikirim ke sejumlah supermarket di Jawa Timur, termasuk Mojokerto dan Surabaya.
“Para petani hidroponik berharap agar serangan hama dapat diatasi agar kembali normal dan omzet meningkat seperti biasa,” pungkasnya.
Reporter : Taufiqur Rachman / Agung Pamungkas



















