Ketua Pemuda Pancasila Kota Kediri Kritik Foto tak Realistis Bacaleg Pemilu 2024

Ketua Pemuda Pancasila Kota Kediri Kritik Foto tak Realistis Bacaleg Pemilu 2024

KEDIRI, SEJAHTERA.CO – Perkembangan teknologi hingga pada munculnya kecerdasan buatan atau artificial intelegent menimbulkan pro dan kontra dalam pemanfaatannya.

Pada sisi lain perkembangan teknologi memang tidak dapat dibendung apalagi dilawan maupun dipungkiri sebagai sebuah keniscayaan.

Kebutuhan terhadap teknologi seolah menjadi kebutuhan meski terkadang justru bisa menciptakan jurang kesesatan.

Read More

Salah satu yang menjadi sorotan adalah penggunaan beragam filter foto hingga kecerdasan buatan untuk menciptakan cita foto yang sering kali mengingkari fakta sebenarnya.

Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Kediri M Aksonul Huda mendesak institusi terkait untuk menerbitkan aturan penggunaan foto oleh bakal calon legislatif (bacaleg).

Dalam pengamatannya, banyak bacaleg yang berkontestasi pada Pemilu 2024 lalu memasang foto yang sudah teredit sedemikian rupa menggunakan aneka ragam filter.

“Maka ke depan hendaknya ada regulasi yang jelas thd  foto yang realistis,” tulis Akson dalam pernyataan yang diterima redaksi SEJAHTERA.CO.

Selain menyoroti foto anti realistis bacaleg, Akson juga menyatakan pihaknya terus mengawal seluruh tahapan pada Pemilu 2024.

Ia juga mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk segera melakukan pembenahan terhadap aplikasi Sirekap yang menjadi sumber informasi utama perolehan suara pada Pemilu 2024.

Berikut pernyataan lengkap Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Kediri, M Aksonul Huda :

1.       Mengawal dan memantau proses penghitungan suara supaya berlangsung aman kondusif serta mengedepankan transparansi dan cermat

2.       Segera dilakukan pembenahan terhadap sirekap baik terhadap kesalahan tayang dan input juga melakukan pembenahan terhadap sistem.

3.       Menyikapi foto caleg pada surat suara dengan filter yg memanipulasi keaslian, maka ke depan hendaknya ada regulasi yang jelas thd  foto yang realistis. Dan hendaknya pemilih bisa membaca rekam jejak akademis dan prestasinya sehingga yg terpilih benar-benar mempunyai kapabilitas dalam mewakili aspirasi pemilih dalam persoalan-persoalan negara ini.

Editor : Irwan Maftuhin

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *