Kediri, SEJAHTERA.CO – Polisi akan menindak kereta kelinci atau mobil odong-odong yang masih beroperasi di jalan raya wilayah hukum Polres Kediri Kota. Hal ini sudah sesuai penegakan hukum Pasal 277 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.
Ada beberapa faktor penyebab kereta kelinci dilarang beroperasi, salah satunya tidak memenuhi uji tipe dan tidak ada Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB).
Namun demikian, Satlantas Polres Kediri Kota belum melakukan tindakan tegas berupa tilang karena akan mengumpulkan pemilik maupun pengemudi kereta kelinci terlebih dahulu dalam waktu dekat.
Langkah tersebut diambil untuk memberikan sosialisasi dan imbauan secara langsung kepada mereka sekaligus mencari solusinya.
Kasat Lantas Polres Kediri Kota, AKP Andhini Puspa Nugraha mengatakan, kereta kelinci beberapa kali masih beroperasi dan melintas di wilayah hukum Polres Kediri Kota.
Tujuannya ke tempat wisata, seperti di wilayah Kecamatan Semen dan Kecamatan Mojo pada hari libur atau akhir pekan. Dia telah menindaklanjuti laporan tersebut dengan memberikan sosialisasi dan imbauan kepada pemilik maupun pengemudi kereta kelinci.
“Kami sampaikan agar tidak beroperasi di jalan raya. Jadi kereta kelinci ini diperuntukan hanya beroperasi di dalam lokasi wisata,” kata Andhini, Kamis (22/2/2024).
AKP Andhini menjelaskan, akan mengumpulkan pemilik kereta kelinci ke Mako Satlantas Polres Kediri Kota untuk berdiskusi dan mencari solusi dalam waktu dekat. Sedangkan, kereta kelinci yang sudah terdata oleh anggotanya saat ini ada sebanyak enam unit dan kemungkinan akan bertambah.
Dia juga menyadari bahwa mereka nekat beroperasi di jalan raya karena masalah ekonomi untuk mencari pendapatan guna mencukupi kebutuhan sehari-hari.
“Makanya kita kumpulkan pemilik kereta kelinci ini untuk duduk bersama. Mereka nanti bisa menyampaikan langsung kepada kami sekaligus mencari solusinya seperti apa,” ucapnya.
Tidak hanya sekedar mencari solusi, pemilik akan diberikan imbauan oleh pihak kepolisian secara langsung terkait larangan kereta kelinci beroperasi di jalan raya. Hal itu dilakukan agar mereka bisa lebih memahami tentang peraturan lalu lintas yang sudah ditentukan.
Menurutnya, petugas akan memberikan tindakan tegas berupa tilang, namun bilamana kereta kelinci tersebut tetap nekat beroperasi di jalan raya khususnya wilayah hukum Polres Kediri Kota maka tindakannya bisa meningkat ke pidana yaitu sesuai dengan Pasal 277 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
“Kalau sudah ke jalan raya, ini akan sangat membahayakan penumpang karena kereta kelinci tidak memiliki standar keselamatan dengan model yang terbuka,” ungkap AKP Andhini.
Polwan tiga balok di pundaknya itu menyebut, ada beberapa faktor penyebab dilarangnya kereta kelinci beroperasi yang pertama kendaraan rakitan tidak sesuai spesifikasi, tidak masuk dalam tipe kendaraan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), tidak adanya uji kelayakan jalan sehingga dapat membahayakan penumpang dan tidak ada jaminan keselamatan.
Selain itu, tidak memenuhi uji tipe, tidak ada TNKB, tidak layak jalan, tidak dilengkapi STNK, trayek, tanda lulus uji maupun tata cara penggandengan.
“Pentingnya keselamatan dari masyarakat menjadi alasan utama dari kami untuk melarang pengoperasian kereta kelinci di jalan raya,” pungkas Kasat Lantas Polres Kediri Kota.
Reporter: Rizky Rusdiyanto



















