“Yang kami catat adanya pernikahan dini 50 persen karena hamil duluan. Lalu 50 persen lainya karena tidak ingin lanjutkan sekolah, faktor keluarga, coba coba dan masalah keluarga. Secara umum mereka yang melakukan pernikahan dini mayoritas masih belia. Semaksimalnya kita beri edukasi agar anak anak tidak menikah dini,” ujarnya.
Ditambahkan Andadari, dalam penanganan pencegahan pernikahan dini ini DP2KBP3 Kabupaten Kediri sinergi lintas intansi seperti Kemenag untuk mengedukasi siswa agar tidak menikah dini. Masih ada cara lain mengisi waktu luang pelajar secara bijak dengan kegiatan positif untuk penggalian potensi diri.
” Demikian juga terkait perundungan yang melibatkan anak dibawah umur kita bersama Kemenag Kabupaten Kediri mengoptimalkan edukasi tidak saling merundung sesama siswa di sekolah. madrasah atau perundungan sesama santri di ponpes,” imbuhnya. (bak)



















