Blitar, SEJAHTERA.CO -Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar saat ini lagi galau. Pasalnya angka prevalensi stunting naik. Hal itu berdasar pada hasil survei kesehatan Indonesia (SKI) Kabupaten Blitar. Intinya prevalensi stunting pada 2023 naik 6 persen.
“Iya kami sempat kaget. Bahkan sempat protes. Karena untuk stunting, sudah berusaha semaksimal mungkin bisa turun. Tetapi hasil SKI malah naik,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Blitar dr Christine Indrawati, Selasa (21/5).
Dia mengatakan pada hasil SKI, prevalensi stunting pada 2022 prevalenisi stunting masih di kisaran 14,3 persen. Namun, hasil SKI, pada 2023 naik menjadi 20,3 persen. Pihaknya tak mengetahui apa penyeban faktor kenaikan. Padahal sudah berusaha semaksimal agar turun.
“Semua dinas dan lembaga yang terlibat penanganan stunting merasa sudah berupaya maksimal. Namun hasil survei harus evaluasi. Ini penting apakah memang SKI sudah benar atau kurang tepat sasaran,” jelasnya.
Dia menambahkan, pasca menerima hasil survei , sempat rapat internal dengan instansi terkait. Bahkan sempat koordinasi dengan tenaga ahli gizi di puskesmas untuk sama-sama instropeksi dan evaluasi. Harapannya pada 2024 ini stunting bisa turun.
“Bukan Blitar saja yang naik. Tetapi ada 17 daerah juga. Dan meski protes tetap tak bisa diubah,” keluhnya.


















