Selain itu, jelas Mulyanto, pada hari raya Idul Adha 2024 nantinya, pihaknya juga akan mengerahkan seluruh tenaga yang ada untuk melakukan pemeriksaan Post-Mortem. Pemeriksaan tersebut dilakukan pasca penyembelihan untuk mengetahui apakah daging yang dihasilkan ada kelainan atau tidak dan layak dikonsumsi.
Nantinya, pemeriksaan Post-Mortem tidak hanya dilakukan pada rumah potong hewan (RPH), melainkan secara menyeluruh seperti pemotongan Qurban yang dilakukan di Mushola dan Masjid. Menurut Mulyanto, setidaknya tiga RPH di Tulungagung juga siap melayani penyembelihan hewan Qurban.
“Satu RPH itu biasanya mampu menyembelih 30 hewan Qurban, tetapi khusus selama Idul Adha ini, berapapun permintaannya akan kami layani,” jelasnya.
Disinggung terkait kondisi penyakit mulut dan kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD) di Tulungagung, Mulyanto menyebut jika sudah tidak ada lagi temuan ternak terkena dua penyakit tersebut. Meski beberapa bulan yang lalu sempat muncul kasus PMK lagi, namun dipastikan jika saat ini kondisinya sudah terkendali.
Menurut Mulyanto, sejauh ini belum ada lagi laporan terkait kasus PMK yang kembali muncul dan menyerang hewan ternak yang ada di Tulungagung. Maka dari itu, pihaknya memastikan jika hewan ternak di Tulungagung aman untuk dijadikan hewan Qurban pada saat hari raya Idul Adha 2024 nanti.
“Sejauh ini kondisinya sudah terkendali dan aman, jadi hewan ternak di Tulungagung layak dijadikan hewan Qurban. Maka dari itu kami gerakkan petugas kesehatan kami untuk melakukan monitoring demi mengantisipasi hewan ternak yang sakit,” pungkasnya.
Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Gimo Hadiwibowo



















