Khusus untuk regulasi tentang pemain U 23, Ferry juga mengingatkan bahwa kebijakan untuk menurunkan minimal satu pemain U 23 selama 45 menit di awal, kembali akan diterapkan.
“Sekali lagi, kebijakan menurunkan pemain U 23 ini demi kepentingan yang lebih luas. Kita harus mempertimbangkan kebutuhan Timnas U 23,” ujar Ferry.
Berkaitan dengan pemain U 23, Ferry menyatakan bahwa di tengah bertambahnya kuota pemain asing, sepanjang kompetisi akan diadakan penilaian khusus yang ada kaitannya dengan penggunaan talenta lokal.
Hal itu akan berimbas pada variabel kontribusi yang lebih besar bagi klub.
Sedangkan terkait Club Licensing, Ferry menegaskan bahwa semua kontestan Liga 1 musim depan wajib memenuhi ketentuan tersebut.
Seperti diketahui proses siklus 2023/2024 sudah berakhir dan hanya 8 klub Liga 1 yang statusnya granted.
“Namun karena sudah komitmen harus memenuhi, maka 10 klub Liga 1 lainnya akan akan menjalani final verifikasi dan Liga 1 final assessment.
Hal itu semacam remedi bagi klub yang tidak dapat status granted.
“Tentunya ini bagian dari langkah PT LIB mendorong semua klub dalam proses menuju 100 persen pemenuhan Club Licensing pada musim depan,” jelas Ferry.
Seperti diketahui pada Club Licensing, setiap klub harus memenuhi lima kriteria penilaian yang mencakup olahraga, infrastruktur, personel dan administrasi, legal, dan finansial.
“Dalam hal ini, sektor finansial menjadi fokus utama karena akan ada kebijakan financial control terhadap semua klub Liga 1 demi menjaga performa finansial,” pungkas Ferry.
Editor: Gimo Hadiwibowo



















