“Saat ini masih proses daftar ulang, rencananya pada Jum’at (21/6/2024) akan ada PPDB gelombang kedua, sehingga SMPN yang belum memenuhi kuota rombel bisa memenuhi kuota tersebut,” ungkapnya.
Disinggung penyebab belum terpenuhinya pagu rombel pada beberapa SMPN, Rahadi menyebut jika hal itu diperkirakan lantaran banyaknya jumlah SMP swasta maupun negeri di wilayah tersebut. Selain itu, kemungkinan angka kelulusan siswa SD pada wilayah tersebut juga minim.
Setelah pelaksanaan PPDB selesai, pihaknya akan melakukan evaluasi terkait pelaksanaan PPDB tahun ini, apabila tetap ada sekolah yang jumlah siswanya minim. Namun pihaknya masih harus mengkaji untuk melakukan merger terhadap sekolah tersebut meski siswa barunya sedikit.
“Bagi kami, sekolah itu merupakan fasilitas pendidikan yang disediakan pemerintah. Meski siswanya sedikit, selama ada siswa yang mendaftar, sekolah itu akan tetap dibuka untuk mendekatkan akses layanan pendidikan kepada masyarakat,” pungkasnya.
Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Gimo Hadiwibowo



















