Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Berita duka kembali datang dari tanah suci, satu jamaah haji asal Ponorogo diinformasikan meninggal dunia di Jeddah pada Rabu (26/6/2024) waktu 01.15 waktu Arab Saudi.
Diketahui jamaah haji perempuan yang meninggal tersebut atas nama Hj. Istingah Marsim Singkar (73). Warga Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Kauman Kecamatan Ponorogo tersebut meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSU An Noor kota Jeddah.
Almarhumah yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 19 tersebut juga sedang menjalani persiapan untuk pulang ke tanah air pada Rabu petang.
“Inalillahi wainnailaihi rojiun, meninggalnya Almarhumah sudah dikonfirmasi oleh petugas di Jeddah,” ungkap kepala Kantor Kemenag Kabupaten Ponorogo, Nurul Huda. Rabu (26/6/2024).
Nurul Huda mengatakan jika, Almarhum meninggal dunia setelah sebelumnya menjalani perawatan di RSU An Noor Jeddah setelah mengalami sesak nafas serta kondisi gula darah yang naik secara tiba tiba saat akan menjalani persiapan untuk pulang ke tanah air.
“Sudah sempat mendapatkan perawatan di pemondokan, lalu dibawa ke RS karena kondisi yang drop tapi Allah SWT berkehendak lain, Almarhum dinyatakan meninggal dunia,” terang Huda.
Ia menambahkan, almarhumah berangkat haji ditemani oleh anaknya. Pun, setelah dinyatakan meninggal dunia pihak keluarga langsung memberikan kabar keluarga di tanah air. Selanjutnya, jenazah almarhumah akan dimakamkan di tanah suci.
“Untuk sang anak, tetap melanjutkan kepulangan ke tanah air, sedangkan pengurusan jenazah diserahkan petugas yang berada di sana,” pungkasnya.
Sementara itu, M. Khoirul Abidin salah satu anak almarhum yang berada di Indonesia menambahkan jika sebelum meninggal dunia, ibunya sempat berkomunikasi video call. Ia menyebut jika kondisi saat itu ibunya dalam keadaan baik baik saja dan sudah bersiap untuk pulang ke tanah air.
“Tadi malam itu sempat video call, ngobrol biasa juga sempat guyon. Baru setelah itu dikabari jika ibu masuk rumah sakit dan meninggal,” kata Khoirul Abidin, kepada wartawan.
Khoirul juga menyebut jika sang ibunda memang memiliki riwayat penyakit diabetes. Namun, pada sebelum berangkat kondisi sang ibunda dalam kondisi normal dan tidak menunjukkan gejala sakit termasuk saat menjalani ibadah umrah dan haji beberapa waktu lalu.
“Ketika berangkat kondisinya sudah sehat, gulannya juga normal. Tapi mungkin ini sudah takdirnya, keluarga dirumah sudah ikhlas semoga ibu saya diampuni dosa dosanya dan ditempatkan di sisi Allah SWT,” tandasnya.
Dengan meninggalnya Hj. Istingah Marsim Singkar sehingga saat ini sudah ada dua jamaah haji asal Ponorogo yang meninggal dunia di tanah suci.
Reporter : Sony Dwi Prastyo
Editor : Gimo Hadiwibowo



















