Selain itu memastikan dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan intervensi serentak, serta memastikan pencatatan hasil penimbangan dan pengukuran serta intervensi ke dalam sistem informasi (e-PPGBM) di hari yang sama
Selanjutnya memastikan calon pengantin, ibu hamil dan balita mendapatkan edukasi, memastikan ibu hamil dan balita yang bermasalah dengan gizi mendapatkan intervensi, serta memastikan penimbangan dan pengukuran menggunakan antropometri terstandar.
“Ada 10 PASTI ini saya harapkan bisa dilakukan dengan baik oleh OPD terkait sehingga apa yang kita lakukan bisa sesuai atau bahkan melebihi target yang telah kita sepakati,” paparnya.
Baca Juga: Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pj Wali Kota Kediri Tanam Pohon di Sumber Dadapan
Disampaikan pula sebagai rencana tindak lanjut akan dilakukan beberapa hal berikut yakni mengoptimalkan peran masyarakat dalam menggerakkan balita ke posyandu, instruksi bagi kelurahan melalui P3NK agar mensyaratkan pendaftaran elsimil untuk pengantar nikah kelurahan.
Ada juga monitoring dinas kesehatan ke puskesmas agar memastikan keberlanjutan kegiatan ini dilaksanakan kontinue setiap bulan, dll.
“Saya harapkan nanti ada evaluasi yang kita laksanakan setiap 3 bulan supaya apa yang telah kita lakukan bisa berkelanjutan dan mewujudkan Kota Kediri menjadi zero stunting,” ajaknya.(*)



















