Kediri, SEJAHTERA.CO – Kasus dugaan penculikan disertai penusukan yang terjadi di Kelurahan Sukorame Kecamatan Mojoroto Kota Kediri diungkap. Pelaku penculikan disertai penusukan terhadap korban M kini diamankan, termasuk tiga orang yang juga ditetapkan sebagai tersangka.
Baca Juga : Pilkada Ponorogo, Berpisah Dengan Petahana, PAN Pilih Rekomendasikan Ipong
Empat tersangka adalah Sla (56) warga Probolinggo yang berperan sebagai otak penculikan, dan tiga orang lainnya adalah Kho (20), Rif (20), serta Sug (20).
Kasat Reskrim Polres Kediri Kota Iptu M Fathur Rozikin mengatakan, tersangka Sla mengaku bahwa motif dari tindakannya adalah karena persoalan hubungan asmara dengan korban.
Hal itu dikarenakan, Sla menaruh hati pada korban M yang sudah tinggal bersamanya selama 12 tahun.
Berdasarkan kabar yang beredar, tersangka juga pernah memaksa korban untuk melayaninya seperti layaknya hubungan suami istri.
Kekeringan Meluas, Ratusan KK di Ponorogo Krisis Air Bersih
Korban yang merasa tidak nyaman, akhirnya memutuskan untuk kembali menuju ke Kota Kediri.
“Dari hasil penyelidikan, kami temukan fakta lain yakni tersangka membawa cairan kecubung,” jelasnya, Senin (13/8/2024).
Tak hanya itu, lanjut dia, cairan kecubung yang disiapkan tersebut di empat alat suntik. Dari pengakuan tersangka, cairan itu hendak digunakan untuk membius korban.
Namun demikian, belum sampai dibius ternyata korban sudah memberontak dan berhasil lepas dari pelaku.
Baca Juga : Hore…!, Kain Seragam Siswa TK hingga SMP di Kota Blitar Mulai Didistribusikan, Anggarannya Rp 2,1 M
“Saat ini keempat tersangka sudah kita tahan di rutan Polres Kediri Kota,” bebernya.
Sebelumnya, kejadian penculikan dan penusukan tersebut dilakukan oleh Sla dan tiga orang suruhannya. Mereka berempat berangkat dari Probolinggo dengan tujuan untuk menjemput paksa korban.
Keempatnya datang ke Kediri untuk menjemput paksa korban dengan modus yakni salah satu tersangka mengajak kenalan korban mendekati lewat media sosial selama satu bulan.
Baca Juga : Kasus Tendangan “Maut” hingga Akibatkan Hilangnya Pelajar di Kota Kediri Terungkap, Berikut Kronologinya
Kemudian, keduanya janjian untuk bertemu di Taman Sekartaji Kecamatan Mojoroto Kota Kediri pada Sabtu (3/8/2024) malam. Saat itu, Sla menyuruh Kho untuk mendekati korban.
“Saat malam pertemuan, korban diajak masuk ke dalam mobil Innova warna putih yang sudah diganti plat untuk mengelabuhi,” ucap Fathur.
Dia menuturkan, korban kemudian duduk di kursi depan sebelah kiri sopir. Sedangkan, Kho yang menghubungi korban juga berperan sebagai sopir.
Baca Juga :Peringati HUT ke-76 Polwan, Polres Madiun Kota Gelar Baksos dan Bersihkan Tempat Ibadah
Ketika korban sedang duduk, tersangka lain yakni Rif berusaha menjerat korban.
Korban yang memberontak menengok ke arah belakang dan mengetahui jika ada Sla disana.
Mengetahui keberadaan tersebut, korban langsung berteriak untuk meminta tolong.
Namun, tersangka Sla justru melakukan penganiayaan dengan menusuk paha korban dengan gunting.
Beruntung, korban berhasil diselamatkan dan dilarikan ke RS Bhayangkara Kediri untuk mendapatkan perawatan.



















