Untuk meyakinkan pada pengecer bahwa pangkalan kirimannya juga minim, lalu menunjukkan aplikasi pada HP-nya bahwa kiriman hanya 80 LPG 3 kilogram.
“Kalau sekali kirim hanya 80-100 LPG 3 kilogram, saya juga kesulitan membagi pada pengecer yang cukup banyak. Karena kami orang lama,” kata salah satu pemilik pengkalan.
Dua minggu belakangan, sulitnya mencari LPG 3 kilogram dirasakan oleh sebagian masyarakat di Kabupaten Kediri. Tandanya, warga yang mencari sudah lintas desa bahkan kelurahan.
Baca Juga :Kades Karanganom Tulungagung Pilih Undur Diri, Sukar: Tidak Ada Kaitannya dengan KPK
Kalau warga desa lain sudah “menyerbu” desa tetangga, berarti kondisi LPG 3 kilogram kosong. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Kediri tapi juga di Nganjuk dan Jombang.
“Informasinya begitu yang kami terima, sulitnya mendapat LPG 3 kilogram juga terjadi di Nganjuk dan Jombang,” katanya.
Masyarakat yang merasa kesulitan mendapat LPG 3 kilogram hanya dapat berandai-andai atau menduga-duga.
“Kenapa ya kok sulit mendapatkan LPG 3 kilogram, apa mau dinaikkan harganya?. Lebih baik naik dari pada kosong,” kata Rohmah, salah satu warga.
KPU Kabupaten Kediri Umumkan Hasil Tes Kesehatan Bacakada
Sementara itu, karena LPG 3 kilogram sulit didapat, harga di pengecer juga naik menjadi Rp 18.000 pertabung, dari Rp 16.000 di pangkalan.
Di Kota Kediri harga LPG 3 kilogram juga bervariasi, antara Rp 17.500 hingga Rp 20.000 pertabung. “Tidak seragam, tergantung toko atau warungnya,” kata warga Singonegaran ini.
Konsumen, utamanya emak-emak bergolak atau mempermasalahkan?. Tidak.
Baca Juga :Merumput di Sawah, Warga Badas Kediri Temukan Mayat
“Dua puluh ribu rupiah pun saya beli, sing penting ada, LPG 3 kilogram. Dari pada tidak masak,” katanya.



















