Kepala Desa Rejosopinggir, Yoyok Supriyanto menambahkan, insiden tawuran tersebut dipicu oleh kesalahpahaman antara pemuda dari dua dusun. “Kesalahpahaman terjadi di antara pemuda Dusun Rejoso dan Dusun Kedungmaling. Tidak ada masalah prinsipil,” kata Yoyok.
Sebagai langkah pencegahan, pihak desa bersama Forkopimcam, tokoh masyarakat, dan pemuda akan membuat kesepakatan agar kejadian serupa tidak terulang. “Kami akan mengadakan pertemuan dan membuat kesepakatan bersama yang akan ditandatangani oleh semua pihak,” tutup Yoyok.
Sebelumnya, tawuran antar penonton terjadi di tengah karnaval Desa Rejosopinggir pada Minggu (1/9/2024), memperingati HUT ke-79 RI. Dua kelompok terlibat aksi saling lempar batu, hingga menyebabkan kericuhan.



















