Ia menambahkan jika mayoritas pendaftar yang gugur dalam verifikasi dan validasi tersebut karena kesalahan pelamar sendiri. Seperti contoh, kualifikasi pendidikan yang tidak sesuai dengan yang dipersyaratkan hingga alamat surat lamaran yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Baca Juga :Digulung Ombak Pantai Dlodo Tulungagung, Pemuda Asal Kota Kediri Hilang
“Rata – rata kurang teliti, contoh yang dibutuhkan SMA tapi yang dilampirkan sarjana, ada juga jurusan yang tidak masuk klasifikasi, misalnya ijazah perikanan tapi yang dilampirkan ijazah peternakan,” tegasnya.
Disinggung terkait materai yang sempat jadi masalah, pihaknya mengaku jika dalam proses verifikasi dan validasi tersebut pelamar sudah banyak menggunakan materai tempel.
Menurutnya hal tersebut diperbolehkan, karena sesuai instruksi BKN bisa menggunakan materai tempel maupun elektronik.
Baca Juga :Diduga Mencuri Ponsel, Warga Bandung Tulungagung Mendekam di Tahanan
“Tidak ada masalah semua sudah klir, bisa menggunakan materai tempel atau elektronik. Selama sesuai dengan dipersyaratkan akan lolos seleksi verifikasi dan validasi,” tutupnya.



















