Baca Juga :Proyek P3-TGAI di Desa Sendangbumen Nganjuk Diduga Dikontraktualkan
Pria yang juga anggota DPRD Kota Blitar ini menambahkan ada sedikitnya enam pekerja yang bertanggungjawab soal perawatan. Mulai pemotongan hingga penyiraman. Termasuk di antaranya mematikan rumput liar. “Harus telaten karena rumputnya juga khusus,” tambahnya.
Yudi menambahkan, untuk perbaikan dan perawatan berada di tangan penuh manajemen Arema FC. Ketika ditanya soal biaya perawatan, Yudi tak mengetahui pasti. Kabarnya menyedot ratusan juta.
“Semuanya manajemen Arema FC. Karena stadion ini kan saat ini ditangan Arema,” katanya.
Baca Juga :Hasil Seleksi Verifikasi Administrasi CPNS Ponorogo, Ribuan Pendaftar Dinyatakan TMS
Sesuai dengan jadwal, Arema FC kembali memulai debutnya pada pertengahan Oktober. Sejatinya tiap bulan digunakan.
Hanya saja PT Liga Indonesia Baru menegur Arema karena rumput stadion tak memenuhi standar. Sehingga manajamen memutuskan memperbaiki rumput..



















