Oknum Guru Pelempar Kayu Berpaku Maut di Blitar Terancam jadi Tersangka

Oknum Guru Pelempar Kayu Berpaku Maut di Blitar Terancam jadi Tersangka
Rumah MKAA di Desa Dadaplangu, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. (aziz/sejahtera.co)

Nantinya, hasil pemeriksaan saksi itu bakal dilanjutkan dengan gelar perkara. Di tahap gelar perkara itu yang akan menentukan status oknum kasus. Apakah ada tersangka atau tidak. “Kapan dilakukan gelar perkara, menunggu pemeriksaan saksi kelar,” imbuhnya.

Samsul berharap kasus ini terang benderang. Pasalnya menjadi atensi. Untuk sampai saat ini MUA (28) oknum guru yang juga pengurus pondok itu statusnya masih sebatas saksi.

Baca Juga :Konservasi Energi Jadi Keharusan, Serukan Penghematan Energi di Lingkungan Pemerintahan

Read More

Warga Kecamatan Udanawu itu bakal dimintai keterangan lebih lanjut untuk memaparkan ihwal kronologi kejadian. “Masih saksi,” singkatnya.

Seperti diketahui, kekerasan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Blitar. Pelajar MTs meninggal dunia usai dilempar kayu berpaku dan menancap di kepala.

Informasi yang berhasil dihimpun kejadian sekitar seminggu lebih. Hanya saja baru tercium warga beberapa hari lalu. Polisi pun akhirnya bergerak dengan meminta keterangan sejumlah saksi. Mulai pengurus sekolah, oknum guru hingga keluarga korban. Termasuk rumah sakit yang menangani.

Baca Juga :Jukir Tewas Minum Alkohol Medis, BPOM Tulungagung: Ingatkan Bahaya Kandungan Metanol

Pelajar yang menjadi korban dugaan kekerasan itu adalah MKAA (14) warga Desa Dadaplangu, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.

Sementara oknum guru adalah MUA, yang sehari-hari mengajar di MTs swasta plus di Desa Bacem, Kecamatan Ponggok. MTs ini adalah sekolah favorit yang dikelola oleh sebuah yayasan. “.

Dugaan penganiayaan itu berawal pada ketika oknum guru mendapati korban yang masih nongkrong. Padahal saat itu sudah waktunya salat dhuha. Nongkrong itu ada yang main badminton dan lain sebagainya.

Baca Juga :Ratusan Siswa Setingkat SD  Ikut Lomba LGP3, Kapolres Trenggalek: Ini Tujuannya

Awalnya diminta beranjak tetapi tak direspon. Akhirnya oknum guru emosi. Puncaknya spontan melempar kayu dan mengenai kepala korban. Fatalnya kayunya ada paku.

Begitu mendapati korban tak bergerak, sejumlah siswa lain panik. Oleh guru dan pengurus sekolah dibawa ke RSUD Srengat, Kabupaten Blitar. Tetapi ternyata karena parah, angkat tangan.

Baca Juga :Petani Desa Brumbung Kepung Gemar Tanam Brambang Sayur Merah dan Putih, ini Sebabnya

Hingga akhirnya beberapa hari kemudian, dirujuk ke RSUD di Kabupaten Kediri. Tetapi ternyata nyawanya sudah tak tertolong.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *