Oknum Pengurus Pondok Dipecat usai Pelemparan Kayu Berpaku

Oknum Pengurus Pondok Dipecat usai Pelemparan Kayu Berpaku
Salah satu Lembaga Pendidikan yang bernaung di Yayasan Al-Mahmud di Desa Bacem, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.(istimewa)

“Kami tegaskan bahwa pelaku ini adalah pengurus pondok pesantren bukan guru MTs,” tegasnya.

Seperti diketahui, kekerasan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Blitar. Pelajar MTs tewas usai dilempar kayu berpaku dan menancap di kepala.

Baca Juga :Bakar Sampah, Atap Dapur dan Tumpukan Jerami Milik Warga Tulungagung Hangus Terbakar, Begini Kronologinya

Read More

Informasi yang berhasil dihimpun kejadian sekitar seminggu lebih. Hanya saja baru tercium warga beberapa hari lalu. Polisi pun akhirnya bergerak dengan meminta keterangan sejumlah saksi. Mulai pengurus sekolah, oknum guru hingga keluarga korban. Termasuk rumah sakit yang menangani.

Pelajar yang menjadi korban dugaan kekerasan itu adalah MKAA (14) warga Desa Dadaplangu, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Sementara oknum guru adalah MUA, yang sehari-hari mengajar di MTs swasta plus di Desa Bacem, Kecamatan Ponggok. MTs ini adalah sekolah favorit yang dikelola oleh sebuah yayasan.

Dugaan penganiayaan itu berawal pada ketika oknum guru mendapati korban yang masih nongkrong. Padahal saat itu sudah waktunya salat dhuha. Nongkrong itu ada yang main badminton dan lain sebagainya.

Baca Juga :Tabrak Pohon, Pemotor Asal Pesantren Kediri Meregang Nyawa, Begini Ceritanya

Awalnya diminta beranjak tetapi tak direspon.

Akhirnya oknum guru emosi. Puncaknya spontan melempar kayu dan mengenai kepala korban. Fatalnya kayunya ada paku.

Begitu mendapati korban tak bergerak, sejumlah siswa lain panik. Oleh guru dan pengurus sekolah dibawa ke RSUD Srengat, Kabupaten Blitar. Tetapi ternyata karena parah, beberapa hari kemudian dirujuk ke RSUD di Kabupaten Kediri. Tetapi ternyata nyawanya sudah tak tertolong.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *