Di buku ini tersusun semua potensi desa, sejarah, budaya, cikal bakal desa , letak geografis, karakter sosial masyarakat, dan profesi warga.
Baca Juga :Suster Katolik Kota Batu Dukung dan Doakan Cak Nur – Heli Menang Pilkada
“Tim kami melakukan penulusuran mendalam ke tokoh-tokoh desa sebagai narasumber yang benar-benar berkompeten. Diawali dari kecamatan kemudian ke desa. Sudah pasti akurat karena investigasi dan survei yang kami lakukan untuk mencari bukti otentik tentang desa,” ujarnya, Senin (7/10/2024).
Ditambahkan Ilham, bisa jadi ini yang pertama di Indonesia dan Kabupaten Kediri yang mengawali. Tentu ini momen penting, agar melalui buku ini anak muda di desanya memahami babad awal desanya.
Intinya nama desa tidak sekadar memberi nama saja namun oleh nenek moyang desa ada makna arti dan sejarah.
Suyani arsiparis senior Disarpus Kabupaten Kediri mengakui keberadaan buku dan data yang sudah diarsipkan sangat penting, dan tidak bisa dianggap enteng.
“Karena di arsip ada berjuta dan beragam data tersimpan. Jangan abaikan tentang arsip dan data. Melalui arsip data pula seseorang bisa maju dan berkembang dalam usaha dan pekerjaan yang ditekuninya,” katanya.



















