Dengan semakin banyaknya jumlah terumbu karang itu, lanjut Erma sapaan akrabnya akan membuat ekosistem semakin lestari.
Baca Juga :Bawaslu Jombang Kaji Dugaan Keterlibatan Pendamping Desa dalam Kampanye Pilkada
Dampaknya, kelestarian bawah laut akan berdampak pada peningkatan potensi perekonomian biru (blue economy) hingga potensi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Terumbu karang ini, disamping lingkungan menjadi lebih bagus media menyerap berbagai racun, juga dapat meningkatkan jumlah ikan-ikan.
Pantai tentunya cenderung banyak pasir, sehingga dengan adanya terumbu karang ini menjadi tempat berlindung bagi ikan maupun biota laut lainnya,” jelasnya.
Baca Juga :Gus Kautsar Tutup Olimpiade Santri Nusantara Zona 3 di Kota Blitar
Kegiatan itu juga bagian untuk mendukung salah satu visi Trenggalek, yaitu Carbon Netral City. Sebab laut dapat menyerap karbondioksida hingga empat kali lebih tinggi ketimbang hutan daratan.
“Tentunya Trenggalek sangat beruntung, konservasi kita dibantu oleh para akademisi sehingga kelestarian, kesuburan perairan itu bisa kembali lestari dan ditingkatkan. Ini juga sangat mendukung Misi Net Zero Carbon. Karena kemampuan dari terumbu karang itu juga menyerap karbon,” pungkasnya.



















