Di awal karir, ia harus membiayai produksi kontennya sendiri tanpa dukungan sponsor. Tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi dalam membuat konten berkualitas secara rutin.
“Yang paling berat itu konsistensi. Kadang-kadang malas atau capek, tapi harus tetap semangat,” tambahnya.
Titik balik perjuangan Riskian terjadi saat pandemi COVID-19 melanda. Ketika banyak warung dan restoran mengalami kesulitan, Riskian memanfaatkan peluang untuk mempromosikan usaha kuliner yang masih beroperasi.
Strategi ini membuat jumlah pengikutnya melonjak signifikan.
“Kalau tujuan awalnya memang membantu pelaku usaha sekaligus promosi, kalau dapat penghasilan ya Alhamdulillah,” paparnya.
Dalam sebulan Riskian mengaku bisa mendapatkan jutaan rupiah, itu didapat dari hasil endorsement hingga adsense media sosial.
Baca Juga : Bantuan 19 Sumur Bor dari Kemensos RI Bakal Direalisasikan Pemkab Kediri
Bahkan ia dan timnya diundang hingga keluar daerah untuk mempromosikan kuliner.
“Kalau sekitar Karisidenan Madiun sudah pernah semua, terakhir kemarin di Blora Jawa Tengah, kesana memang untuk kulineran,” pungkasnya.


















