“Untuk lokasi atau tempat yang menjadi sasaran operasi diantaranya adalah Kawasan tertib lalu lintas (KTL) yakni di sepanjang jalan Soekarno-Hatta, jalan Panglima Sudirman, jalan K.H. Hasyim Asyari, jalan Sunan Kalijogo, jalan Pemuda hingga jalan Ahmad Yani,” ujarnya.
Agus menambahkan, dalam operasi ini juga fokus pada kawasan atau penggal jalan tertentu yang rawan pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas di seluruh wilayah Kabupaten Trenggalek.
Kemudian titik-titik kesemrawutan lalu lintas, trouble spot, black spot serta jalur rawan bencana alam yang dapat mengganggu arus lalu lintas.
Baca Juga :Lanud Iswahyudi, Izinkan Wilayah Penerbangannya Dilalui Pesawat dari Bandara Dhoho Kediri
Ada sedikitnya 55 personel yang merupakan gabungan dari satuan fungsi kepolisian dilibatkan. Keseluruhan personel terbagi dalam beberapa satuan tugas, yakni Satgas Detekasi, Satgas Preemtif. Satgas Preventif, Satgas Gakkum dan Satgas Banops.
Meski sudah menjadi rutinitas setiap tahun, Agus meminta agar seluruh personel yang terlibat operasi benar-benar menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan serius sehingga apa yang menjadi tujuan operasi bisa tercapai lebih optimal.
Baca Juga :Kakak Beradik Disabilitas Tulungagung Didorong Hidup Mandiri dengan Bantuan Kewirausahaan
“Harus ada pembeda antara kegiatan rutin dengan operasi. Operasi ini punya tujuan dan harapan yaitu menekan angka pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas. Dampak positifnya harus bisa dirasakan oleh masyarakat.,” pungkasnya.



















