Tidak hanya kepada Tokoh Agama, sinergitas yang dibangun Pemkot Kediri juga melibatkan TNI dan Polri melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas, camat, serta lurah. “Harapannya bisa menyampaikan ke masyarakat bahwa diperlukan kedewasaan dalam berpolitik. Beda pilihan merupakan hal yang wajar yang terpenting jangan sampai memunculkan konflik di masyarakat,” jelasnya.
Baca juga: Pj Wali Kota Kediri Zanariah Pimpin Upacara Hari Jadi Ke-79 Provinsi Jawa Timur
Dalam kesempatan yang sama, KH Moch. Salim, Ketua FKUB Kota Kediri menyebut bila kegiatan ini merupakan sebuah upaya untuk membantu pemerintah dan masyarakat agar bahagia. Ia mengatakan bahwa semua agama mengajarkan kerukunan, keharmonisan, keguyuban walaupun berbeda pilihan. “Jadi kita mengajak masyarakat supaya ikut berperan terus kemudian menjaga persatuan dan kesatuan. Toh yang maju itu semua adalah saudara kita, jadi kita itu mendamaikan dan menyejukkan masyarakat,” pungkasnya.
Dirinya berharap agar kontestasi politik di Kota Kediri berjalan kondusif dan tidak ada gejolak yang berarti.



















