Titip Harapan ke Deny Widyanarko, Gasmi Keluhkan Sulitnya Izin Pencak Dor

Titip Harapan ke Deny Widyanarko, Gasmi Keluhkan Sulitnya Izin Pencak Dor
Tokoh gasmi dan pencak dor saat berbincang dengan Cabup Kediri Deny Widyanarko (rizky/sejahtera.co)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Gerakan Aksi Silat Muslim Indonesia (Gasmi) di Desa Badal, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri mengeluhkan sulitnya mendapat izin penyelenggaraan pencak dor.

Baca Juga :Selama 10 Bulan, Kebakaran Capai 93 Kasus, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tulungagung: Terbanyak Selama 5 Tahun Terakhir

Dalam beberapa tahun terakhir ini, mereka kesulitan untuk menggelar tradisi bela diri yang populer mulai tahun 1960an tersebut.

Read More

Yanto, Tokoh pencak dor atau guru Gasmi Desa Badal, Kecamatan Ngadiluwih mengaku, sejak Pandemi Covid-19 hingga saat ini, izin pencak dor dinilai cukup sulit sehingga pertunjukan seni bela diri itu sudah lama vakum, padahal dulunya rutin digelar.

Selain perizinan, dirinya juga mengeluhkan jika kegiatan seni bela diri ini tak ada dukungan serius dari pemerintah daerah.

Baca Juga :Merasahkan Masyarakat, Satreskoba Gelar Razia dan Amankan 27 Miras Disejumlah Warkop

“Selama ini terkendala izin. Mulai corona sampai hari ini memang sulit,” keluhnya kepada Deny Widyanarko, saat Calon Bupati Kediri nomor urut 1 itu mengunjungi rumahnya, Rabu (23/10/2024).

Mbah Yanto, sapaan akrabnya berharap adanya kepedulian dari Pemerintah Kabupaten Kediri. Selain izin, tentunya dukungan materil sangat dibutuhkan untuk terus melestarikan budaya bela diri pesantren yang mengedepankan persaudaraan tersebut. Apalagi, peminatnya Gasmi dari tahun ke tahun jumlahnya terus meningkat.

Baca Juga :Arena Judi Sabung Ayam Digerebek Polsek Bagor, ini Barang Bukti yang Disita

“Selama ini kan kalau kita mengadakan even pencak dor bukan biaya kecil, tanpa suplai dari pemimpin juga beda. Dananya dari kita sendiri dan donatur,” ucapnya.

“Harapan kita kalau memang pak Deny bisa memimpin, khususnya event Pencak Dor diharapkan izinnya tidak dipersulit, dan kalau bisa kita minta bantuan anggaran ntah itu dari KONI atau apa. Mengingat selama ini tidak ada suport dari pemerintah,” ucap Mbah Yanto.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *