Abdul Ghoni, Cawabup Blitar Komitmen Melestarikan Peninggalan Bersejarah

Abdul Ghoni, Cawabup Blitar Komitmen Melestarikan Peninggalan Bersejarah
Abdul Ghoni ketika touring dan blusukan ke Candi Simping di Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. (aziz/sejahtera.co)

Baca Juga :Melesat, Usaha Kafe dan Resto di Kota Blitar, Sektor Wisata dan Hotel yang Banyak jadi Pemicu

Pria yang juga aktivis ini menambahkan, baginya benda atau bangunan peninggalan bersejarah harus dilestarikan. Di sinilah peran dari pemerintah.

Pemerintah harus hadir untuk menjadikan peninggalan Sejarah tak lekang oleh waktu tetap Lestari.

Read More

Salah satu caranya dengan memasukkan ke kurikulum atau muatan lokal. Dengan harapan menjadi media pembelajaran bagi generasi muda. Utamanya para siswa SD hingga SMA hingga perguruan tinggi.

“Candi bersejarah memang harus menjadi media pembelajaran atau edukasi Sejarah,” katanya.

Baca Juga :Longsor Terjang Jalan Poros Trenggalek – Bendungan Meski Tak Ada Hujan, Ternyata Ini Pemicunya

Nantinya, lanjut Ghoni, bakal membuat acara untuk mengenalkan candi lebih dikenal lagi. Itu sebagai bentuk komitmennya untuk melestarikan peninggalan Sejarah agar tetap Lestari.

Candi Simping sendiri ditemukan kembali oleh Johannes Elias Teijsmann pada tahun 1854. Saat ditemukan kondisinya sudah runtuh. Candi Simping masih banyak ada relief-relief indah yang menghiasi batu andesit candi masih dapat dipelajari.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *