Untuk sasarannya adalah di RT 19, 20, 18, 21 dan 18 Desa Gador serta di RT 13,03, 07,08,09 Desa Sumberejo.
“Untuk pelaksanaan hari Minggu, 3 November 2024,” kata Utomo menambahkan.
Dia menyebut, lokasi itu dipilih karena menjadi salah satu wilayah terdampak kekeringan cukup parah. Misalnya di Desa Sumberejo.
Sekitar 1.858 jiwa dari 664 kepala keluarga terdampak kekeringan. Sebelumnya wilayah itu telah digelontorkan 12 ribu liter air bersih dari BPBD Jatim, selain distribusi dari pemda setempat.
“Bantuan air bersih dari KAUJE ini dilakukan sebagai upaya membantu masyarakat yang terdampak kekeringan, semoga bisa membantu meringankan,” tambahnya.
Secara umum, jumlah kekeringan di Bumi Menak Sopal, sebutan lain Kabupaten Trenggalek mencapai 72 desa dari 14 Kecamatan. Data itu dihimpun dari BPBD Trenggalek.
Sementara merujuk data BPBD Jatim, ada sebanyak 27 dari 38 Kabupaten/Kota di Jatim yang telah menetapkan status siaga darurat kekeringan.
Baca Juga :Ribuan Relawan di Kabupaten Madiun Siap Menangkan Paslon Kaji Mbing-Sandhi
“Kabupaten Trenggalek salah satunya yang sudah mengeluarkan siaga dalam bencana kekeringan Kabupaten Trenggalek,” kata Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto di Trenggalek.



















