“Kami pastikan tidak ada korban jiwa, hanya saja beberapa rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap atau gentingnya, sebanyak 40 rumah,” ungkapnya.
Setelag proses pendataan selesai, jelas Fairuz, saat ini Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Tulungagung untuk proses pemberian bantuan akibat kerusakan yang ditimbulkan angin puting beliung tersebut.
Diketahui, bantuan yang akan diberikan nantinya sesuai dengan kerusakan yang dialami puluhan rumah itu.
Baca Juga :Cek Sistem Peringatan Dini Bencana dan 12 EWS Dinonaktifkan, Ini Penjelasan BPBD Kabupaten Ponorogo
Menurut Fairuza, sembari menunggu bantuan itu, puluhan rumah itu sudah diberikan bantuan terpal untuk menutup sementara lubang pada atap puluhan rumah tersebut.
Pihaknya memperkirakan bantuan genting atau atap tersebut akan mulai diserahkan ke puluhan rumah terdampak tersebut pada minggu depan.
“Kemarin sudah kami berikan terpal untuk menutup sementara atas kerusakan yang ditimbulkan. Selain itu, Bidang Rehabilitasi dan Konstruksi juga sedang melakukan asesmen untuk memberikan bantuan atap yang rusak sesuai jenis dan jumlah kerusakan,” jelasnya.
Baca Juga :Sepuluh Bulan, Penumpang KA dari Stasiun Blitar Naik 13 Persen
Selain munculnya angin puting beliung, Fairuz menyebut, pada Senin (4/11/2024) kemarin juga terjadi peristiwa pohon tumbang yang disebabkan hujan disertai angin kencang.
Total ada tiga peristiwa pohon tumbang yakni di Jalan Pattimura yang menimpa PJU, di Kelurahan Karangwaru dan di Desa Waung.
Tiga peristiwa pohon tumbang itu juga sudah dilakukan evakuasi oleh petugas BPBD bersama TNI dan Polri dengan melakukan upaya pemotongan menggunakan gergaji mesin.
Baca Juga :Sebanyak 30 Perlintasan KA Belum Berpalang Pintu, Ini Penjelasan Dishub Kabupaten Blitar
Namun demikian, pihaknya menghimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap bencana hidrometeorologi di bulan ini.
“Tiga peristiwa pohon tumbang itu, satu menimpa rumah di Waung, satu menimpa PJU di Jalan Pattimura, dan satu hanya menutup jalan di Kelurahan Karangwaru. Karena ini masuk awal musim penghujan, masyarakat diminta berhati-hati karena bencana hidrometeorologi bisa terjadi sewaktu-waktu,” pungkasnya.



















