Ia menjelaskan, pergerakan tanah di Desa Ngrogung tersebut karena kontur tanah labil, ketika terjadi hujan dengan intensitas yang lama. Sehingga menyebabkan tanah menjadi jenuh dan akan mudah lepas ikatan tanah itu sehingga mengakibatkan longsor.
“Jadi mengapa dipasang di Ngrogung, karena berpotensi longsoran itu mengenai rumah penduduk” tambahnya.
Baca Juga :Antusiasme Warga Desa Petungroto Sambut Calon Bupati Kediri H. Deni Widyanarko
Masun menjelaskan, jika tim BPBD Provinsi Jawa Timur telah melakukan pemetaan teknis pada awal Oktober lalu. Sehingga November ini, satu LEWS itu akan segera dipasang di Desa Ngrogung, Kecamatan Ngebel.
“Kalau dari kasat mata itu bisa terlihat letak pohon yang sebelumnya berada di titik A bergeser sehingga menyebabkan miring, hal ini juga menjadi pertimbangan BPBD Provinsi Jatim untuk menempatkan LEWS di lokasi tersebut,” tegasnya.
Baca Juga :Ketua Desa Wisata Kota Batu Yakin Program Gumelar-Rudi Majukan Pariwisata Berbasis Desa
Dirinya berharap, dengan penambahan bantuan LEWS ini bisa menjadi peringatan bagi warga sekitar ketika terjadi hujan dan berpotensi menyebabkan bencana tanah longsor.
“Ya tentunya alat yang akan dipasang bisa berfungsi dengan baik,” tandasnya.



















