Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Eksistensi sapi galek’an yang kini keberadaannya hampir punah terus dipertahankan. Sapi yang jadi identitas daerah berjuluk Bumi Menak Sopal sebutan lain Trenggalek itu kini hanya tinggal puluhan ekor dan tak lagi ditemui beredar di masyarakat.
“Kita punya sapi galek’an yang saat ini hampir punah, tinggal 28 ekor dan itu tidak ada yang di masyarakat. Saran Kementerian, itu dipertahankan, dilestarikan dan dipelihara dan kita mengupayakan untuk itu,” kata Ketua Komisi II DPRD Trenggalek, Mugianto saat menggelar rapat koordinasi dengan Dinas Peternakan Trenggalek.
Untuk mempertahankan dan melestarikan varietas sapi asli Trenggalek itu, perlu dukungan anggaran yang cukup. Untuk itu, Komisi II selaku mitra kerja Dinas Peternakan akan memperjuangkan penambahan alokasi anggaran untuk merawat sapi galek’an.
Baca Juga :Kurir Platform Jual Beli Online di Jombang Diduga Di-PHK Sepihak
“Kita akan support anggarannya, bagaimana nutrisinya, pakan-pakannya, kemudian obat-obatannya menjadi lebih baik untuk mendukung perkembangannya. Sejauh ini baru dianggarkan sekitar Rp 180-an juta untuk 7 bulan,” imbuhnya.
Di sisi lain, tambahan support anggaran itu untuk menunjang peningkatan polusi spesies asli Trenggalek itu. Dari hasil rapat koordinasi itu, Mugianto menyebut, Dinas Peternakan berencana untuk melakukan kawin silang dengan varietas sapi lainnya.
Baca Juga :Ratusan Warga Kota Blitar Berburu “Emas” di Luar Negeri, Mayoritas Lulusan SMA Sederajat
“Seperti misalnya dengan brahman, limousin dan jenis-jenis lainnya dengan pendampingan BRIN, katanya seperti itu. Kita dukung,” pungkasnya.



















