Jombang, SEJAHTERA.CO – Women Crisis Center (WCC) Jombang menggelar peluncuran film berjudul Pulih sekaligus bedah Buku Pedoman Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan Seksual (PPKS) Berbasis Islam di Perguruan Tinggi.
Baca Juga :Antisipasi Cuaca Ekstrem saat Pelaksanaan Pilkada, Ketua KPU Kabupaten Kediri Lakukan Ini
Acara yang berlangsung di Kampus UNIPDU Jombang pada Senin (25/11/2024) ini digelar dalam rangka memperingati Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP).
Direktur WCC Jombang, Ana Abdillah menjelaskan, acara tersebut merupakan bagian dari upaya strategis untuk memastikan perguruan tinggi menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan.
Ia menegaskan bahwa kampus harus menjadi ruang yang tidak hanya mendukung proses pembelajaran, tetapi juga melindungi semua pihak dari ancaman kekerasan seksual.
Baca Juga :Ungkap Peredaran Narkoba Sistem Ranjau, Satresnarkoba Polres Blitar Bekuk Dua Pengedar
“Kampus bukan hanya tempat untuk belajar, tetapi juga tempat untuk merasa aman dan terlindungi. WCC Jombang melalui advokasi kebijakan, pendampingan psikologis korban, dan pemberdayaan masyarakat terus berupaya mengatasi persoalan ini. Salah satunya melalui peluncuran buku pedoman PPKS berbasis Islam yang relevan dengan karakteristik kota santri,” ungkap Ana.
Acara ini menggandeng Forum Satgas PPKS Jombang dan berkolaborasi dengan 11 perguruan tinggi di Kabupaten Jombang. Ana menyampaikan bahwa keberadaan Satgas di kampus merupakan amanat dari Permendikbud Ristek No. 30 Tahun 2021 dan UU No. 12 Tahun 2022, yang bertujuan memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.
Baca Juga :Perkuat Manajemen Data untuk Percepat Penurunan Stunting Kota Kediri
“Di Jombang, dengan banyaknya pesantren dan perguruan tinggi berbasis pesantren, implementasi peraturan ini menjadi sangat penting. Satgas tidak hanya melibatkan dosen, tetapi juga mahasiswa sebagai agen perubahan yang berperan mendeteksi dan melaporkan kekerasan seksual. Dengan kolaborasi ini, kami telah berhasil menyusun dokumen mekanisme PPKS bersama,” jelas Ana.
Selain itu, WCC juga meluncurkan film Pulih, yang mengangkat kisah korban pelecehan seksual di lingkungan pendidikan. Film ini terinspirasi dari kejadian nyata di Jombang, di mana seorang siswa menjadi korban pelecehan oleh gurunya.



















