Karya Akhyak mencakup berbagai jenis lukisan, mulai dari kaligrafi hingga potret tokoh nasional dan lokal. Beberapa tokoh yang pernah ia lukis antara lain KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Hasbulloh, KH Bisri Syansuri, dan Khofifah Indar Parawansa.
Baru-baru ini, Akhyak melukis potret Menteri Agama, Nasaruddin Umar. Lukisan tersebut diserahkan pada acara Hari Guru Nasional di Jakarta.
“Saya merasa terhormat karena bisa memberikan karya ini kepada beliau sebagai bentuk apresiasi,” ujar Akhyak.
Karya seni Akhyak tidak hanya unik, tetapi juga bernilai tinggi. Lukisan dengan ukuran 40 x 60 cm dihargai Rp 1,5 juta, sedangkan ukuran lebih besar seperti 80 x 120 cm dibanderol hingga Rp 14 juta. Harga ini, menurut Akhyak, sepadan dengan proses panjang dan keunikan seni lukis pasir laut.
Baca Juga :Pemkab Trenggalek Ciptakan 5000 Wirausaha Perempuan Baru Saban Tahun, Rambah Platform Digital
Bagi Akhyak, melukis dengan pasir bukan sekadar cara untuk berkarya, tetapi juga menjadi media edukasi bagi masyarakat. Ia ingin menunjukkan bahwa seni tidak terbatas oleh bahan atau media.
“Kita bisa menggunakan apa saja di sekitar kita untuk menciptakan sesuatu yang bernilai seni tinggi,” jelasnya.
Baca Juga :Dugaan Politik Uang Pilkada Kota Batu, Bawaslu Hentikan Laporan
Melalui karya-karyanya, Akhyak tidak hanya memperkenalkan seni lukis pasir laut kepada masyarakat, tetapi juga menginspirasi banyak orang untuk berani bereksperimen dengan bahan-bahan tak biasa. Inovasinya membuktikan bahwa seni tidak mengenal batas dan selalu memiliki cara untuk berkembang.



















