Kapolsek Suruh, Iptu Sanusi menambahkan, warga terpaksa mengungsi karena rumah mereka tak layak huni. Rata-rata rumah warga terdampak bencana tanah gerak mengalami kerusakan pada bagian dinding yang mengalami keretakan parah hingga lantai rumah amblas.
Baca Juga :Pergantian Tahun Suguhkan Pesta Kembang Api di SLG
“Kondisi itu membuat rumah warga tidak layak huni, sangat membahayakan. Selain rumah, juga membuat akses jalan terputus, kemudian tiang listrik ada yang roboh dan sebuah masjid terdampak kerusakan. Puncaknya tadi malam,” kata dia.
Untuk itu, kata Sanusi, sementara waktu warga harus dipindahkan ke area permukiman yang aman sembari menunggu langkah penanggulangan jangka panjang.
Ia menyebut petugas gabungan dari BPBD, TNI-POLRI, BAZNAS, Tiga Pilar Desa Ngrandu bersama masyarakat membantu evakuasi pemindahan barang milik warga.
Baca Juga :Banjir Surut, BPBD Gelar Rakor Penanggulangan Bencana
“Kami bersama-sama membantu warga mengevakuasi barang-barang berharganya,” jelasnya.
Dalam kegiatan itu pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada akan potensi bencana hidrometeorologi yang masih mengancam. Terlebih daerah Trenggalek kerap kali dilanda hujan dengan intensitas lebat.
Baca Juga :Penyelewengan BBM Bersubsidi Jenis Solar Terbongkar, Polisi Temukan 74 Barcode untuk Memuluskan Aksi
“Untuk tanah bergerak kurang lebih seluas 7 hektar. Kami himbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada akan potensi bencana hidrometeorologi,” pungkasnya.



















