Hal ini tentunya berpotensi mengakibatkan kepadatan arus lalu lintas pada kawasan JLS yang terlalu padat, sehingga perlu dilakukan rekayasa lalu lintas pada kawasan JLS.
Langkah ini dilakukan untuk meminimalisir penumpukan kendaraan yang terlampau banyak pada kawasan JLS, dimana hal ini cukup membahayakan.
“Kawasan JLS inikan jalurnya naik turun, jadi berbahaya jika kendaraan yang masuk terlalu banyak hingga menyebabkan kemacetan, sehingga harus dilakukan upaya rekayasa lalu lintas. Mengingat aktivitas masyarakat juga akan terfokus pada lokasi itu,” ungkapnya.
Baca Juga :Libur Nataru 2025, Kunjungan Wisata Makam Bung Karno Naik 30 Persen, Sehari Bisa Ribuan Wisatawan
Disinggung soal model rekayasa yang diterapkan, Taufik menyebut, pihaknya akan melakukan rekayasa lalu lintas berdasarkan kondisi kepadatan kendaraan yang terjadi.
Dalam hal ini, ada dua skema yang akan diterapkan mulai dari penerapan one way maupun buka tutup ruas jalan sesuai kondisi kepadatan arus.
Selain itu, pihaknya sudah menyiapkan pos pelayanan (Pos Yan) dan pos pengamanan (Pos Pam) pada beberapa titik disekitar JLS untuk memberikan informasi dan bantuan bagi masyarakat.
Baca Juga :Puluhan Sopir Bus Pariwisata Ikuti Ramp Chcek dan Tes Urine Demi Keselamatan Wisatawan di Kota Batu
Atas upaya ini, pihaknya berharap agar arus lalu lintas di kawasan wisata JLS Tulungagung berjalan lancar tanpa menimbulkan kemacetan.
“Kalau sampai macet disana (JLS), itu bahaya, apalagi bagi kendaraan yang sedang berada di turunan. Kami berharap masyarakat yang datang ke JLS bisa mematuhi aturan yang kami berlakukan,” pungkasnya.



















