Dia menjelaskan, sebenarnya kasus temuan PMK itu bukan hal yang baru. Berdasarkan laporan dari pemerintah provinsi, PMK tak hanya di Kabupaten Blitar saja, tetapi juga sejumlah daerah lain. Hanya saja, di Kabupaten Blitar tak semasif daerah lain.
Berdasarkan hasil penelusuran, sapi-sapi yang terkena PMK itu bukanlah sapi asli Kabupaten Blitar. Melainkan kasus yang baru saja didatangkan dari sejumlah daerah. Di antaranya di Desa Modangan, Kecamatan Nglegok berasal dari Jawa Tengah.
Ada juga dari sapi dari Kediri dan lain sebagainya. Intinya sapi berasal dari luar daerah,” katanya.
Dia menambahkan, salah satu pemicu lain merebaknya PMK adalah factor cuaca. Pada musim penghujan, biasanya penyakit mulai bermunculan. Selain pengobatan dan antisipasi, pihaknya saat ini juga sudah membuat terobosan. Salah satunya dengan memperketat arus lalulintas ternak.
Utamanya ketika masa pasaran hewan sapi di sejumlah pasar hewan. Ketika ada pasaran, ada petugas yang turun ke lapangan. Bukan hanya pengobatan, juga memeriksa kondisi sapi.
Baca Juga :Terjadi 90 Bencana dalam Setahun, BPBD Kota Blitar: Mayoritas Pohon Tumbang
Karena biasanya, penjual sapi tak hanya dari Blitar saja, melainkan dari sejumlah daerah sekitar. Ketika ada indikasi penyakit di sapi, diminta pemilik untuk karantina di kandang. “Ini untuk antisipasi jangan sampai menyebar,” pungkasnya. (ziz)
Editor: Dhita Septiadarma


















