“Kalau penanganan belum ada,cuma diambil sampelnya sapi yang mati tapi hasilnya juga belum keluar, apakah PMK atau lainnya,” jelas Ipin.
Dirinya juga menjelaskan sapi yang terjangkit PMK tersebut rata-rata merupakan hasil pembelian dari luar wilayah Jenangan. Pun, pihaknya hanya bisa menghimbau kepada masyarakat yang memiliki hewan ternak untuk waspada dan berhati-hati.
Baca Juga :Angka Kecelakaan Turun, Satlantas Polres Tulungagung Petakan Titik Rawan KecelakaanÂ
“Yang terjangkit bisa diisolasi, diberikan obat, kandang ditutup bisa sembuh,” tandasnya.
Dimas Hariyanto, mengaku jika saat ini sapi miliknya mengalami gejala PMK meliputi luka bagian mulut serta kuku. Sementara ia hanya memberikan obat secara mandiri dengan menggunakan sodium NaCl untuk kaki yang luka serta pemberian citric acid.
Baca Juga :Sembilan dari Ratusan Narapidana di Trenggalek Dapat Remisi Khusus, ini Alasannya
“Sudah sekitar 10 hari, pengobatan masih mandiri tapi ini sudah berangsur membaik. Nafsu makanya juga sudah kembali, semoga bisa segera sembuh,” pungkasnya.



















