Dia menjelaskan pemeriksaan sapi itu merupakan tindak lanjut pasca temuan PMK pada Desember 2024 lalu. Ada 18 sapi yang terpapar dan 1 ekor di antaranya mati. Dinas yang mengurusi masalah ternak itu pun langsung tanggap. Salah satunya dengan mendatangi pasar hewan untuk pengecekan.
Dari puluhan sapi yang dicek kesehatannya, tidak ditemukan adanya PMK. Petugas hanya menemukan sapi yang dalam kondisi diare. Oleh petugas akhirnya diminta dibawa pulang untuk disembuhkan dulu sebelum dijual ke Masyarakat.
Baca Juga :Jambret Kalung, Dua Pelaku Asal Tulungagung Diringkus, Satu Masih Bawah Umur
Perempuan berhijab ini menambahkan, sebenarnya selain vaksin dan pengecekan, pemilik atau peternak sapi bisa mengantisipasi sendiri agar tak terjangkit PMK. Salah satunya dengan rutin membersihkan kandang. Jika memungkinkan bisa memberikan vitamin atau jamu untuk membuat sapi kebal penyakit.
“Pemeriksaan ini akan kami lakukan secara rutin. Karena PMK tak hanya terjadi Blitar tetapi juga daerah lain,” pungkasnya.



















