Dengan begitu, para peternak diharapkan dapat lebih fokus untuk menangani penyembuhan terhadap hewan ternaknya yang tengah sakit akibat merebaknya PMK. Selama 14 hari penutupan itu, Pemkab Tulungagung juga akan melakukan evaluasi.
“Jika selama evaluasi diketahui kondisinya semakin memburuk, nantinya kami akan mempertimbangkan penutupan PHT yang akan diperpanjang,” ungkapnya.
Disinggung soal penyebabnya, Tri menyebut, sesuai laporan yang diterimanya, sebenarnya para peternak di Tulungagung sudah menjaga higienitas kandang ternak masing-masing. Namun, diduga faktor cuaca yang menyebabkan kembali munculnya PMK dan menyerang ternak sapi di Tulungagung.
Baca Juga :Selama Libur Nataru Monumen SLG Kediri Terbanyak Pengunjungnya
Selain itu, lalu lintas ternak dimungkinkan menjadi penyebab penyebaran PMK, terutama ternak sapi yang didatangkan dari daerah luar yang memang angka kasus PMK-nya tinggi. Namun, pihaknya mewaspadai transaksi jual-beli ternak yang dilakukan di luar PHT, dimana hal ini tentunya tidak terkendali.
“Kami mewaspadai transaksi jual-beli ternak yang dilajukan diluar PHT, karena hal inilah yang kemungkinan juga mempengaruhi kembali munculnya PMK di Tulungagung,” pungkasnya.



















