“Harga bervariasi, dari Rp 15.000 per ons hingga Rp 150.000 per kilogram, tergantung jenisnya. Kami memasarkan lewat media sosial dan online,” jelasnya.
Berkat usaha ini, Rahman mampu meraih pendapatan bersih hingga Rp 30 juta per bulan, bahkan lebih di masa puncak seperti saat ini.
“Ke depan, saya berharap bisa meningkatkan produksi dan memperluas pasar,” pungkas Rahman dengan senyuman penuh optimisme.
Baca Juga :Pengedar Narkoba Asal Kertosono dan Kediri Dibekuk Polisi, Ditemukan Ribuan Pil Dobel dan Sabu
Sementara, Yeti Maisyarah, pembeli dari Surabaya, mengaku puas dengan kualitas dupa buatan Rahman. “Dupanya aromanya enak, tahan lama, dan kualitasnya terjamin. Saya selalu pesan di sini, apalagi menjelang Imlek,” tutupnya.



















