Tarik Iuran Kematian, Ketua RT di Kediri Temukan Warganya Tak Bernyawa

Tarik Iuran Kematian, Ketua RT di Kediri Temukan Warganya Tak Bernyawa
Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP di dalam rumah korban meninggal dunia.(istimewa)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Warga Dusun Semanding, Desa Tawang, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di dalam rumahnya, Kamis (16/1/2025) malam.

Baca Juga :Trend Kasus DBD Meningkat, Bupati Ponorogo Rencanakan PSN Secara Serentak

Korban diketahui merupakan seorang pria lanjut usia (lansia) bernama Sumadi (67).

Read More

Kapolsek Wates AKP Agus Sudarjanto membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan, peristiwa bermula ketua RT setempat mendatangi rumah Sumadi dengan tujuan untuk menarik iuran kematian. Saksi tersebut memanggil ketika sampai di rumah korban, tapi tidak ada jawaban.

“Saksi masuk ke dalam rumah karena pintu depan kondisinya terbuka, tapi melihat korban berada dalam kamar dalam kondisi terlentang,” katanya, Jumat (17/1/2025).

Baca Juga :Jauh dari Kata Sejahtera, Ratusan Guru PPPK Paruh Waktu di Tulungagung Mengadu ke DPRD, Ancam Mogok Mengajar

Agus Sudarjanto menyebut, ketua RT yang penasaran langsung mendatangi korban dan mengira sedang tertidur. Setelah mencoba dibangunkan oleh saksi, ternyata korban tidak bergerak dan tidak ada respons sama sekali.

Setelah itu saksi langsung bergegas langsung keluar dari rumah dan memanggil tetangganya untuk memastikan kondisi korban.

“Ternyata si korban dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Kejadiannya dilaporkan kepada perangkat desa dan Polsek Wates,” bebernya.

Baca Juga :Bobol Rumah Makan Ayam Goreng, Gondol 14 Tabung Gas LPG, Ngandang di Tahanan Polres Blitar Kota

Menindaklanjuti laporan, anggota Polsek Wates bersama Tim Inafis Polres Kediri dan Puskesmas Wates mendatangi lokasi untuk olah tempat kejadian perkara dan melakukan pemeriksaan terhadap korban.

Menurut Mantan Kasat Samapta Polres Kediri ini, penyebab meninggalnya diduga korban mempunyai penyakit hipertensi yang kambuh.

Baca Juga :Harga Telur Ayam Terjun Bebas Usai Nataru, di Kabupaten Kediri Eceran Tinggal Rp 25.000 Perkilogram

“Dari keterangan warga sekitar dua hari, si korban tidak keluar dari rumahnya. Biasanya korban ini mondar mandir,” ungkap Kapolsek Wates.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *