Hafid menambahkan, untuk ikan Moli Rp 3,157 miliar lebih, ikan Mas Koki Rp 2,191 miliar lebih, ikan Oskar Rp 948 juta, Plati Rp 8,125 miliar, Komet Rp 34,968 miliar dan ikan Lele Blorok Rp 177,5 juta.
Nur Hafid menjelaskan untuk nilai transaksi ikan hias tahun 2023 berbeda dengan tahun 2024. Untuk nilai transaksi ikan Akara Rp 2,756 miliar, Gapi Rp 6,457 miliar lebih, Diskus Rp 71,6 juta, ikan Cupang Rp 177,862 miliar lebih, Koi Rp 631,190 miliar, Tetra Rp 1,714 miliar, Louhan Rp 103,4 juta, Manfis Rp 5,281 miliar lebih.
Baca Juga :Kasus Kematian Bumil di Blitar Meningkat, Preeklamsia Paling Banyak Pemicunya
“Sedangkan Moli Rp 2,281 miliar lebih, Mas Koki Rp 2,023 miliar lebih, oskar Rp 941,4 juta, Pati Rp 8,062 miliar lebih, Komet Rp 34,488 miliar dan Lele Blorok Rp 176 juta,” katanya.
Hafid optimis di tahun 2025 nilai transaksi produksi akan lebih tinggi dan dua kali lipat nilai transaksinya. Hafid akan berkelanjutan berdayakan pembudidaya ikan hias di tahun ini.



















