Setelah Uji Coba, PAD IPLT Tulungagung Dikalkulasi untuk Target Tahun 2026

Setelah Uji Coba, PAD IPLT Tulungagung Dikalkulasi untuk Target Tahun 2026
Uji coba operasional IPLT di Tulungagung, dimana selama uji coba itu sudah tidak menimbulkan bau.(isal/sejahtera.co)

Dimana setiap truk tangki yang membuang lumpur tinja ke IPLT dikenakan biaya Rp 150 ribu per kubik.

Namun saat ini operasional IPLT Tulungagung masih dalam tahap uji coba. Jika uji coba berhasil nantinya akan dijadikan acuan target PAD atau retribusi daerah melalui operasional IPLT tersebut.

“Kami belum tahu berapa estimasi atau potensi PAD yang akan didapat. Makanya tahun ini masih uji coba, kita lihat berapa pemasukannya dalam setahun. Barulah hasil uji coba ini akan dijadikan acuan untuk target capaian PAD tahun 2026,” ungkapnya.

Read More

Baca Juga :Final Dismissal MK, GPK Jombang Ajak Masyarakat Bergandengan Tangan Kembali Bangun Jatim

Kendati demikian, Anang menghargai masyarakat setempat yang tinggal dan mengelola wisata petik belimbing di sekitar IPLT Tulungagung. Maka dari itu, operasional harian truk tangki yang membuang lumpur tinja ke IPLT dibatasi sebanyak enam truk saja selama satu hari.

Tidak hanya operasional truknya yang dibatasi, operasional IPLT juga dibatasi, dimana IPLT diliburkan selama dua hari dalam seminggu tepatnya pada hari Sabtu dan Minggu.

Dengan begitu, secara resmi IPLT hanya beroperasi pada hari aktif selama lima hari tepatnya pada hari Senin sampai Jumat saja.

Baca Juga :Kapolres Blitar Laksanakan Cek Sarpras Sat Samapta Guna Menjaga Harkamtibmas yang Kondusif

“Sabtu dan Minggu libur karena menghargai wisata petik belimbing yang dikelola masyarakat setempat. Mengingat wisata itu ramai ketika weekend,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *