Jombang, SEJAHTERA.CO – Klenteng Boo Hway Bio di Mojoagung, Kabupaten Jombang, memiliki keunikan tersendiri dibandingkan klenteng lainnya.
Di antara deretan rupang atau patung dewa yang biasanya ditemukan di tempat ibadah umat Konghucu, terdapat dua patung yang menggambarkan sosok kiai.
Patung ini bukan hanya menjadi objek penghormatan bagi umat Tionghoa, tetapi juga memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat Muslim di sekitar klenteng.
Keberadaan dua patung kiai di klenteng ini, terutama patung Eyang Djugo, telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat sejak tahun 1970-an.
Menurut Wijaya, pengurus klenteng Boo Hway Bio, patung tersebut dibuat untuk mempermudah warga yang ingin berdoa kepada Eyang Djugo tanpa harus pergi jauh ke Gunung Kawi, Malang.
Sosok Eyang Djugo sendiri diyakini sebagai pengikut Pangeran Diponegoro yang dihormati oleh berbagai kalangan.
Pada perayaan Imlek, Rabu (29/1/2025) patung Eyang Djugo menjadi salah satu pusat perhatian di klenteng ini.
Warna-warni sesajen berupa buah-buahan, minuman, dan jajanan tradisional diletakkan di depannya sebagai bentuk penghormatan.
Beberapa umat Tionghoa memilih untuk melakukan sembahyang secara khusyuk pada dini hari, seperti yang dilakukan pasangan Wijaya dan Tiffany, agar dapat berdoa dalam suasana yang lebih tenang.



















