Mengulik Keberadaan Patung Kiai yang Sering Jadi Bahan Ritual di Klenteng Jombang

Mengulik Keberadaan Patung Kiai yang Sering Jadi Bahan Ritual di Klenteng Jombang
Umat Tionghoa tengah melakukan sembahyang di depan patung Eyang Djugo di Klenteng Boo Hway Bio, Mojoagung, Jombang, dalam rangka perayaan Imlek 2025. (sejahtera.co)

Mereka percaya bahwa berdoa di hadapan patung ini akan mendatangkan keberkahan dan perlindungan di tahun yang baru.

“Patung ini bukan hanya sekadar simbol, tetapi juga menjadi tempat bagi masyarakat untuk memohon keselamatan dan kelancaran rezeki,” ujar Wijaya.

Keunikan lainnya, patung Eyang Djugo tidak hanya dikunjungi oleh umat Tionghoa, tetapi juga oleh sebagian umat Muslim yang tinggal di sekitar klenteng.

Read More

Baca Juga :Sepuluh Hari Pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2025, Satlantas Polres Ponorogo Keluarkan Ratusan Surat Tilang

Dalam beberapa kesempatan, seperti malam Jumat Legi dan bulan Suro, masyarakat Muslim dan warga Tionghoa berkumpul bersama dalam acara selamatan.

Menurut Wijaya, acara tersebut sudah menjadi tradisi turun-temurun yang mencerminkan tingginya nilai toleransi antarumat beragama di Jombang.

“Kami berharap di tahun baru Imlek 2025 ini, semangat gotong royong dan kerukunan tetap terjaga,” imbuhnya.

Keberadaan patung kiai di Klenteng Boo Hway Bio menjadi bukti bagaimana budaya dan keyakinan bisa saling bersinggungan tanpa harus menimbulkan perpecahan.

Baca Juga :Jelang Ramadan, Jajanan dan Minuman Mulai Dijajakan di Pusat Perkulakan Jalan Patimura Kota Kediri, Ayo Jangan Sampai Kehabisan

Ritual-ritual yang dilakukan, baik oleh umat Tionghoa maupun sebagian masyarakat Muslim, menunjukkan bahwa keberagaman bisa berjalan berdampingan dalam harmoni.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *