“Semua dapat, itu setiap hari ya. Kita juga koordinasikan dengan masing-masing sekolah jam berapa pulangnya, jadi kita tidak terlambat. Sehingga sebelum pulang takjil itu sudah ada di sekolah,” tambahnya.
Selama Ramadan ini, kata Dandim 0802/Ponorogo, dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Ponorogo, tidak ada aktivitas memasak. Sebab, jika siswa diberikan menu makanan berat atau nasi seperti biasanya, dikhawatirkan basi ketika dibawa pulang.
“Kalau masak, terus masakannya dimakan saat buka puasa kan bau, sudah nggak enak lagi,” jelasnya.
Menurut Dandim, saat siswa libur sekolah di awal ramadhan, program MBG di Ponorogo juga libur alias tidak ada pelayanan. Pelayanan MBG berlanjut jika siswa masuk sekolah.
Baca Juga :Tikam Teman Pakai Potongan Besi, Pemuda Desa Gampingan Malang Diamankan, Ini Penyebabnya
“Ya kita menyesuaikan dengan jadwal kurikulum, kalau libur otomatis kita libur pun juga sebaliknya,” pungkasnya.



















